TUJUAN PERCOBAAN
Dengan dilakukannya percobaan ini, maka mahasiswa dapat :
1. Mengamati dan memahami peristiwa resonansi dari gelombang suara.
2. Menentukan kecepatan merambat gelombang suara di udara.
3. Menentukan frekuensi dari suatu garputala
Dasar Teori
Resonansi merupakan suatu fenomena dimana sebuah sistem yang bergetar dengan amplitudo yang maksimum akibat adanya impuls gaya yang berubah-ubah yang bekerja pada impuls tersebut. Kondisi seperti ini dapat terjadi bila frekuensi gaya yang bekerja tersebut berimpit atau sama dengan frekuensi getar yang tidak diredamkan dari sistem tersebut.
Banyak contoh dari peristiwa resonansi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain : bila berdekatan dengan sebuah gelas dan dibangkitkan suatu nada ( frekuensi ) yang besarnya sama dengan frekuensi alam gelas itu sendiri maka gelas itu akan bergetar ( berbunyi) sekeras-kerasnya. Bila nada (frekuensi) tadi dibunyikan cukup keras dan secara terus-menerus maka getar gelas akan semakin diperkeras sehingga gelas dapat pecah. Dengan suara, orang dapat menghancurkan suatu benda. Juga peristiwa keruntuhan pesawat terbang yang kecepatannya mendekati kecepatan menjalar bumi berdasar atas peristiwa resonansi.
Getar pesawat yang disebabkan oleh gerak mesin – mesinnya yang diteruskan pada udara sebagai bunyi, tidak dapat dengan cepat ditinggalkan (atau meninggalkan) pesawat terbang karena kecepatan pesawat terbang tidak berbeda banyak dengan kecepatan menjalar bumi. Akibatnya ialah getar badan pesawat terbang diperkeras dengan cepat sekali sehingga pesawat terbang runtuh karena hal tersebut. Dengan kecepatan agak di atas kecepatan menjalar bumi, pesawat terbang dapat terbang
dengan selamat ( Supersonic Flight ).
PERALATAN DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN
1. Tabung resonansi berskala beserta reservoirnya.
2. Beberapa garputala dengan salah satu diantaranya diketahui frekuensinya.
3. Pemukul garputala.
4. Jangka sorong
METODA KERJA
1. Catatlah suhu, tekanan dan kelembaban ruangan sebelum dan sesudah percobaan.
2. Ukurlah diameter bagian dalam tabung beberapa kali.
3. Usahakan agar permukaan air dekat dengan ujung atas dengan mengatu garputala.
4. Getaran garputala yang telah diketahui frekuensinya dengan pemukul garputala. Untuk menjamin keamanan tabung gelas lakukanlah pemukul garputala jauh dari tabung.
5. Dekatkanlah garputala yang bergetar pada ujung atas tabung.
6. Dengan pertolongan reservoir turunkan permukaan air perlahan-lahan sehingga pada suatu tinggi tertentu terjasi resonansi (terdengar suara mengaung). Ini adalah resonansi ordo pertama.
7. Catatlah kedudukan permukaan air,
8. Turunkan lagi permukaan air sampai terjadi resonansi ordo kedua, catat kedudukan ini.
9. Ulangi percobaan No. 3 s/d 8 untuk memastikan tepatnya tempat-tempat terjadinya resonansi.
10. Ulangi percobaan no. 3 s/d 9 dengan menggunakan garputala yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar